A Quest for Genre Blogging

what should i write today?

During a recent Pesta Blogger press conference in Jakarta, a new friend asked about theย type of writings I post in my personal blog. Genre, was the word he used. I was startled to hear his question and and asked how important genre would be in a blog that prompts him to ask such question whenever he finds a new site. The man did not elaborate more but merely told me that a clear genre in a blog would help him prepare his mind on the type of information he reads; or to make my blog as a source of reference for certain things.

You know he has a good point. A personal blog that is filled with online documentation of a person’s daily activities rarely gets the attention beyond his/her readers. You may have a popular blog by publishing some scrambled thoughts, but your circle of readers would simply visit and comment on your blog just for fun without really reading your post. You may make a few life-long friends out of your writing on daily life, but people would only see it as a funny writing and a good lesson is rarely taken.

But why should I limit my postings to a defined genre if I could produce a good posting from an array of topics?! I could talk about a new frozen yoghurt place in town one day and curse the president the next day if I wanted to. It is my blog, after all. Nevertheless, I come to respect some fellow bloggers who put much effort in writing in the same genre for the entire time and become a professional genre blogging from the experience. Now please allow me to name a few blogs that I could recommend for your reading pleasure:

1. IndahnesiaLomar Dasika set up this blog and devotes himself to post his travel journey across Indonesia. What I like about his writing is that he pays attention to even the smallest detail. A mere bus journey of 2 hours can become a blog post of its own just because he is fascinated by the routes and scenes. His genre: travelog.

2. I Am Photographer Didik Haryanto, a friend I met during a recent trip to Semarang has just set up this new blog. He posts his photo works and adds some inspiring caption; many of them are poetries. His genre: photoblog.

3. Kuliner Depok Harry Christian is a culinary enthusiast that resides in Depok, a suburban city of Jakarta. His blog caters primarily for culinary overview and opinion on various restaurants and cafes throughout the town. His genre: food blog.

The three blogs I mention above may not stand high atop the search engines, but I admire their dedication to their genre nonetheless. So the question remains: What type of writings do you post? What genre is your blog?

Advertisements

26 thoughts on “A Quest for Genre Blogging

  1. Kalau di blog travel, temen backpacker gw cukup oke: http://lathifulamri.com.. Dilirik untuk ditempel iklan dari luar negeri karena memang trafiknya tinggi.

    Sampai sekarang di blog gw sendiri memang masih tak bergenre. Biarkan menggambarkan gw apa adanya. Tapi memang kepengen bikin blog bergenre (istilah di dunia blog itu: niche blog hehe), sesuai interest gw di dunia sastra, fotografi, atau buku. Masih mencari yang belum pernah dibuat *mimpi bisa bikin startuplokal juga*

    Like

    1. genre memang gak mutlak sih. cuma salah satu cara membangun konsistensi dalam ngeblog aja. tapi bagi gue itu memang semacam target ke depan yang perlu juga diraih, sebab genre blog/niche blog akan lebih cepat mendapat legitimasi pembaca oleh karena track recordnya di genre itu sudah terlihat.

      sekedar curcol aja di tengah malam. hehe. thanks buat pertamaxnya yg memberi masukan berharga.

      Like

  2. hhmm.. klau bicara genre, sejak awal ngeblog gw niatnya sih bergenre tp kadang sulit dapat tulisan yg pas. yahh, prakteknya bisa dilihat deh, campur mengalir aja. tp kyknya itulah seninya ngeblog kita bisa numpahin apapun termasuk ide, dll… *curcol ditengh mlam hhe

    Like

    1. betul sekali. saya pikir itu ada step selanjutnya dari seorang blogger yang mesti dijadikan fokus; walau bukan berarti orang yang mampu mengelola sebuah niche blog itu lebih baik dari yang punya blog “biasa”

      thanks kunjungannya ya ๐Ÿ˜€

      Like

  3. Sekarang cuma bisa dengan blog gado2, cita2 untuk memiliki niche blog sih, moga2 tercapai, yang susah memang menjaga konsistensi dalam menulis bertema seperti itu. Nice posting bro ๐Ÿ˜€

    Like

  4. At first, I put anthology as the genre of my blog, that’s y d name is ceritaeka. For I wanna write plenty stories…
    But.. but.. theeen… ๐Ÿ˜ฆ I sold my soul to the market by writing anything :))

    Like

  5. Etapi, aku baru inget, ternyata aku punya blog dengan genre poetry lhoo!!

    Yeaaay.. horraaay I have a blog with certain genre ๐Ÿ˜‰
    but dont wanna tell u the blog ๐Ÿ˜› itz private hehehe
    *terus kenapa ngasih tau Brad ya? Ok, siyap2 kabuur ๐Ÿ˜€

    Like

  6. pertama-tama….

    *awwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwrrrrrrrrrrrrrrr* ~nyampah abis…*hahahaha*

    terharu dech Oom, nama saya masuk dalam daftar 3 itu *peluk Oom Brad dech*
    Saya langsung pusing dan melayang habis baca postingan ini…hahaha…lebay! Bener, you make my day! hahahaha *peluk lagi*

    Anyway, saya jadi mau nostalgila dech. Hehehe. Sejak pertama kali berkenalan dengan dunia blog di tahun 2004, (atau 2003 yach?) saya tidak secara instan langsung memilih travelog (eh, jadi saya masuk dalam kategori travelog ya, Oom?) sebagai genre blog saya ๐Ÿ™‚ Saya rasa, saya sama seperti banyak (atau semua) blogger di luar sana yang baru mengenal blog. Kita semua akan memilih topik apapun yang terlintas di dalam benak kita untuk dijadikan postingan. Namanya juga latihan ngeblog. hehehehe *ngeles*. Seiring perjalanan waktu, barulah mungkin blog tersebut akan berkembang dan bercabang. Entah tetap di jalur general (eh, benar ini namanya, bukan Oom?) atau niche seperti yang teman-teman di atas sebutkan. ๐Ÿ™‚

    Saya jadi ingat, blog pertama saya adalah blogspot! Saya harus berterima kasih sama teman saya, orang Gorontalo : Alexander Waworuntu yang memperkenalkan dunia blog kepada saya. Saya jadi ingat, Alex kala itu menulis tentang euforia kemerdekaan dan perasaan nasionalisme di kalangan generasi muda. Wih, saya langsung kesengsem berat sama blog saat itu. Keren sekali bisa menulis hal-hal semacam itu, pikir saya. Maka, mulailah saya menulis sesuatu secara random terhadap apapun yang terlintas di pikiran saya. Karena waktu itu akses internet adalah hal yang masih tergolong “mahal” buat saya, maka saya nggak bisa ngeblog sering-sering. Saya harus memaksakan diri untuk ke warnet (Rp. 6.000/jam) dan kemudian memeras otak *literally* untuk memikirkan, apa yang harus saya tulis. Hahaha. Sayangnya, ini nggak berjalan lama. Blog tersebut saya tinggalkan karena saya tidak konsisten dalam menulis. Tambahan lagi, blog tersebut tidak memiliki komentar apapun. Blog tersebut sepi. Saya jadi tambah males. Hahahaha.

    Kala itu Friendster masih merajai social networking untuk pertama kalinya. Namanya juga anak ABG, wajar donk kalau FS jadi mainan sehari-harinya. Ada yang kurang dech kalau dalam sehari nggak buka FS. Siapa tahu, ada testi dari temen-temen yang minta di-approve, gitu..hihihi :”> Tidak lama berselang, Friendster mengeluarkan fitur terbarunya, fitur blog! Saya mulai keranjingan ngeblog lagi! hohohoho. Namun lama kelamaan, saya mulai merasa datar dengan blog friendster ini. Ya, datar! Ini semua disebabkan karena blog friendster kala itu adalah blog yang sukar sekali dicostumized. Prinsipnya, kita ngeblog dan ngepost saja. Tidak ada aktifitas lain, termasuk mendesain blog yang customizable sesuai dengan selera kita. Desain-desain yang ada pun hanya berupa template semata saja. Akhirnya, saya pun meninggalkan blog friendster.

    Kemudian, Yahoo mengeluarkan blog 360! (360 sudah tidak ada lagi sekarang karena sudah tidak disupport oleh Yahoo) Wah, saya tetarik untuk ngeblog lagi nich. Hehehe. Yang menyenangkan, blog ini lumayan customizable. Mulailah saya ngeblog lagi untuk periode waktu yang panjang. Kali ini, aneka macam pikiran dan pengalaman hidup saya, saya tuangkan dalam blog, termasuk diantaranya postingan mengenai perjalanan wisata saya ke beberapa daerah. Hohohoho. Inilah cikal bakal saya melahirkan travelog saya. Saya amati, beberapa postingan terakhir saya di medio 2007 kebanyakan mengulas tentang perjalanan keliling Indonesia. Eh lalu saya berpikir, kenapa nggak menelurkan blog tentang perjalanan saja yach? Kan lumayan, bisa berguna untuk banyak orang yang kebetulan mencari informasi perjalanan. Hehehehe. Kebetulan pula, walaupun sudah bisa agak dicostumized, Yahoo 360 memiliki kelemahan yakni hanya bisa memasukkan satu buah foto per postingan. (Tapi anehnya, saya melihat beberapa teman-teman saya bisa memasukkan lebih dari satu foto…hm….apakah ada yang salah dengan saya? hahaha).

    Akhirnya, *waduh…curhat panjang colongan nich hahahaha* saya memutuskan untuk kembali mengaktifkan blogspot saya yang sudah tertidur selama 3 tahun tersebut. Hohohoho. Saya mulai desain kembali blog saya agar menjadi travelog yang fresh, start dari awal. Walaupun umur blog tersebut mulai dari 2004, tapi post pertamanya dimulai pada 2007. Hehehehe.

    Saya rasa, nggak ada yang instan untuk melahirkan genre dalam sebuah blog. Lagipula, ini sebuah pilihan. Tidak ada yang lebih istimewa dengan menjadi blog yang memiliki genre. Blog random thought banyak pula yang menyenangkan untuk dibaca dan memiliki kualitas yang baik, contohnya seperti blog milik OomBradley Marlissa ini di http://indobrad.web.id ๐Ÿ™‚ Saya suka membaca postingan-postingannya yang segar dan menggelitik (dan menyentil) nurani saya. ๐Ÿ™‚ Bahkan, postingan beliau bisa melahirkan postingan baru, seperti yang saya lakukan ini. Hohohoho. Oh ya, blog saya memiliki kelemahan juga loch. Kadang-kadang, saya ingin sekali bercerita melalui media blog tentang hal-hal di luar travelling. Saya terkadang bingung harus ngepost dimana. Hehehe.

    Memang, ke depannya, akan sangat baik kalau blog bisa dijadikan mesin uang. Yach, bisa mulai dari hal-hal kecil seperti adsense atau menjadikannya sebuah etalase bisnis. Sayang, saya belum punya waktu untuk belajar lagi dan fokus ke arah sana. Alhasil, hingga kini blog pribadi saya hanya menjadi semacam jurnal perjalanan saya saja, dan yaaah… syukur-syukur bisa membantu dan berguna untuk para penikmat jalan-jalan di wilayah Indonesia ๐Ÿ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s