Living Alone: A Thought

Hari ini tidak ada posting yang khusus tentang topik tertentu; saya cuma mau curhat aja (boleh ya?). Saat sekarang ini saya pandang cukup krusial mengingat tak berapa lama lagi saya harus mengambil keputusan cukup penting: tinggal sendiri. Keluar dari rumah memang sudah lama saya pikirkan namun karena selalu terbentur pada pro dan kontra, jadinya maju-mundur terus.

Lalu mengapa sekarang? Ya, memang ada peristiwa tertentu yang bersifat pribadi yang memicunya dan beberapa orang pastinya akan mempertanyakan langkah saya. Namun ada baiknya saya memikirkan ulang lagi dan mengambil langkah tepat dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Namun sebelumnya ada banyak hal yang mesti dipikirkan. Misalnya:

– Bebas berbuat semaunya di tempat tinggal sendiri

– Mengatur waktu lebih baik

– Urusan makan, tanggung sendiri

– Kalau sakit, ya nikmati sendiri

Itu baru beberapa saja. Namun entah mengapa, meski banyak kesukaran yang nantinya dijalani, saya merasa bahwa langkah ini cepat atau lambat mesti dijalani, siap atau tidak siap.

So help me God.

Advertisements

11 thoughts on “Living Alone: A Thought

    1. eh iya, kamu kos di cikini katanya ya? hmmm, boleh nih kapan2 ketemu sharing2. ๐Ÿ˜€ (sori besok gak bisa datang; ada kerjaan. ampuuun)

      Like

  1. tinggal sendiri akan membuat kita lebih memaknai hidup dengan bijaksana.. menjalaninya dengan keseriusan… untuk membanggakan kedua orang tua kita yang slalu mendoakan kita.. ๐Ÿ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s