Category Archives: Indonesian

mail

Upin & Ipin: Significant Others

Kali ini saya ingin mengangkat serial kartun Malaysia yang kian mewabah di Indonesia terutama di kalangan anak-anak usia sekolah. Upin & Ipin yang muncul pertama kali pada bulan puasa tahun 2009 lalu dengan cepat menarik perhatian, utamanya karena dialek Melayu yang cukup jarang disaksikan di televisi Indonesia, dan juga jalan ceritanya yang sangat sederhana serta pure fun. Nah, saya tidak akan memperkenalkan lagi film kartun yang (terus terang) membuat saya betah menonton ini karena overview-nya dapat dibaca di tautan Wikipedia Indonesia. Yang saya ingin angkat justru adalah karakternya. No, bukan karakter utama si nakal Upin dan kembarannya Ipin. Selain mereka berdua, masih ada beberapa kawan karib yang kalau dalam film seri biasa disebut significant others. Ada satu di antara mereka yang menjadi favorit saya.

Continue reading

gambar1

Cita-cita Masa Kecil

Sewaktu kecil kita pasti memiliki cita-cita bukan? Sewaktu duduk di TK atau SD, bisa dibilang semua murid pernah ditanya “Nanti kalau sudah besar mau jadi apa?!” Umumnya jawaban yang keluar adalah beragam profesi ‘standar’ yang menjadi acuan saat itu. Polisi, tentara, pilot, dokter, insinyur, pramugari,… mungkin ada yang bisa menambahkan?!

Nah, kalau saya ingin menjadi apa ya sewaktu kecil dulu? Yang jelas saya tidak pernah mau menjadi dokter. Entah kenapa saya selalu berasumsi bahwa menjadi dokter itu adalah perjuangan yang sulit sehingga alam bawah sadar saya selalu memblokir pemikiran menjadi dokter itu. Gantinya, saya dihantui oleh impian lain.

Continue reading

mangomegumi

Sushi Party. Sushi Parteeey!!

Sebuah undangan menarik mampir ke inbox saya minggu lalu untuk mencicipi menu-menu sushi baru di resto Sushi Groove di Citywalk Sudirman bersama dengan beberapa blogger lain dalam #SGFoodTastingPanel. Jadilah saya melangkah ke Sudirman malam itu dan disambut hangat oleh Rya dan bertemu pula dengan peserta food tasting panel lainnya. Okay, saya pada dasarnya gak suka basa-basi kalo di restoran, jadi mari kita menggila!! :D

Continue reading

catlion

Advice to Your Younger Self

Berapa umurmu sekarang?

Berapa pun, saya pikir pembaca blog ini paling tidak berusia 16 tahun *lirik yang di Banjarmasin*. :D Maksud saya menanyakan umur adalah pastinya kita sudah cukup mengerti siapa diri kita sebenarnya dan bagaimana harus melangkah ke depan. Lalu bagaimanakah kita memandang ke belakang menyaksikan langkah yang sudah dilalui, benar atau pun salah?!

Saya ingin melangkah mundur sepuluh tahun, ke tahun 2001 ketika masih berumur 25 tahun. Pada waktu itu saya sedang bekerja di sebuah trading company yang bergerak di bidang tekstil. Sebagai karyawan baru tentunya ada banyak pergumulan yang dirasakan dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi. Sebagai orang yang sudah maju sepuluh tahun hingga tahun 2011 dan menyaksikan segala sesuatu yang terjadi sepanjang dekade terakhir, tentunya banyak pesan yang ingin disampaikan kepada diri sendiri di masa itu. Nah, saya akan mengulas beberapa yang baik untuk dibagi.

Continue reading

readbook

Wow, Sahabatku Menerbitkan Buku

Di tengah minggu yang ‘kering ide’ akan tulisan ini tiba-tiba terdengar kabar baik dari dua orang sahabat. Tak disangka kedua orang ini sukses mewujudkan guratan pemikirannya dalam sebuah buku dan menerbitkannya untuk dinikmati khalayak umum. Lalu yang menambah kesan tersendiri adalah mereka berangkat dari posisi yang sama dengan saya: blogger.

Yuk, kita intip karya mereka!

Continue reading

hiat

Kehabisan Ide

Akhirnya saya kembali ke blog lagi setelah ditinggal 5 hari. Ya, memang saya berkunjung dan membalas komentar namun tidak ada yang dituliskan. Ini termasuk hiatus paling lama sejak saya mengaktifkan blog ini Januari kemarin. Alasannya klasik: kehabisan ide.

Hehehe, sesuatu yang menurut saya aneh karena pada tulisan sebelum ini saya menggebu-gebu memaparkan semangat menulis buku dan berusaha mencari tahu langkah-langkah penerbitannya. Lah, sekarang malah hiatus. Tapi begitulah, kadang Dailypost yang menjadi salah satu sumber ide pun tidak dapat memberi solusi. Hmm, berikut saya ingin menganalisis 1-2 poin ‘kesalahan’ yang dilakukan:

Continue reading

writecart

Next Project: Menulis Buku?

Setelah kemarin ‘menikmati’ sharing dari teman-teman tentang buku yang inspiratif, secuil kutipan mengemuka dari salah satu komentar: “Menulislah, karena dia akan abadi” (Pramoedya Ananta Toer). Baris kutipan ini seolah membuka dimensi lain dari buku yang belum pernah saya sentuh dan bahkan pikirkan sekalipun: MENULIS. Selama ini tulisan saya tercecer di beberapa blog meski sempat saya berusaha untuk menyatukannya (sila cek blog lama saya di Ambon Kaart), atau sekadar curhat yang banyak dituliskan di buku harian sejak SD yang sekarang sudah hilang semua. Dan sekarang saya paling aktif menulis di sini, di rumah maya yang telah saya pelihara beberapa lama.

Namun tidak untuk menulis buku. Itu adalah dunia lain yang belum pernah dijamah dan mempunyai pakemnya sendiri. Saya percaya bahwa menulis buku adalah proses yang sangat kompleks karena kita harus bekerja sama dengan orang lain agar tulisan kita dapat dibaca orang. Mulai dari mencari penerbit, percetakan, pemasaran, sampai berurusan dengan penggemar kalau buku kita sukses; menulis secara online di blog tampak hanya seujung kukunya.

Nah, saya coba menimbang-nimbang dululah apakah saya mampu menulis buku. Berikut beberapa poin pertimbangan yang saya pikirkan sendiri secara awam dan belum membaca referensi mana pun. Dengan demikian saya membuka diri untuk segala saran dan masukan.

Continue reading

read

Buku yang Mengubah Hidupku

Dear friends,

Kali ini saya ingin mengajukan pertanyaan kepada para pembaca blog ini tentang buku yang pernah Anda baca. Anda tentu pernah membaca sebuah (atau beberapa) buku yang begitu berkesan sehingga mengubah cara pandang, bahkan hidup Anda, bukan? Sebagian mungkin langsung menjawab “Kitab Suci”. :D OK, tapi kalau Kitab Suci tidak perlu lagi kita pertanyakan alasannya. Yang saya maksud jenis lain seperti buku-buku motivasi, novel, komik anak-anak, bahkan peta dunia dan resep masakan.

Nah, pertanyaannya sederhana: “Buku apa yang mengubah hidup Anda?”

Continue reading